Surya Fajar – Petani didorong untuk memanfaatkan biopestisida ramah lingkungan ecoenzym dalam meningkatkan produktivitas pertanian, pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Petani Milenial Desa Dalil Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka, Rahmad Rizky telah mengaplikasikan inovasi pada tanaman hortikultura sejak 5 tahun yang lalu, dan terbukti dapat meningkatkan hasil panennya hingga 60 persen dari hasil panen sebelumnya, dan penggunaan ecoenzym juga merupakan salah satu solusi mengatasi mahalnya harga pupuk non subsidi.
“Di eranya sekarang pupuk sedang mahal, kita nggak mikirin pupuk jika menggunakan ecoenzyme, yang jelas biaya lebih murah, banget banget murah, bahkan lebih keren dibandingkan yang pake kimia. Perbandingannya ramah lingkungan karena semuanya dari alam. Tanahnya kalau pake organik tanahnya makin baik, kalau pake kimia tanahnya semakin kita pupuk, tanah semakin rusak “ ujarnya.
Pembuatan ecoenzym dapat dilakukan oleh semua petani dengan mengunakan bahan dasar dari limbah kulit buah dan limbah sayuran. Dengan menggunakan ecoenzym merupakan jalan mewujudkan pertanian organik, dapat pula mengendalikan hama hingga mencapai 80 persen.
Manfaat lain dari ecoenzym bukan hanya sebagai biopestisida namun dapat pula digunakan sebagai pupuk cair dan anti bakteri. Larutan ecoenzym apabila di campur dengan air untuk menyiram tanaman akan memberi hasil buah, bunga dan panen yang lebih baik.
Petani Milenial di Kecamatan Bakam telah mengajak petani milenial lainnya mengaplikasikan inovasi ecoenzym sehingga hasil pertaniannya meningkat. Bagi petani yang ingin mempelajari pembuatan ecoenzyme, dapat berkunjung ke sekretariat dan gallery di samping Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Bakam.
