Surya Fajar – Peneliti dari V&M Biotechnology Magelang Pranowo Singgihsandjojo menekankan, sertifikasi benih sangatlah penting. Hal itu agar program ketahanan pangan pemerintah segera tercapai.
“Harus disertifikasi supaya betul-betul benih agar terjamin mutunya. Jangan sampai memakai benih-benih yang tidak jelas,” katanya, Kamis (8/9/2022).
Karena, pada kenyataannya, masih banyak petani yang serampangan mengambil benih untuk ditanami. “Tidak membeli, kadang hanya membuat sendiri, produktivitasnya nanti akan turun,” ujarnya.
Terkait itu, pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama. “Karena kalau sendiri-sendiri, program ketahanan tidak akan berjalan dengan baik,” ucapnya.
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Arif Satria mengatakan, krisis pangan dunia harus dijadikan peluang, bukanlah sebagai ancaman. Yakni peluang untuk mewujudkan kemandirian pangan, dengan meningkatkan produksi pangan lokal.
Sebab, jika pangan lokal berkembang, maka daerah penghasilan pun ikut berkembang. “Kita harus percaya diri, kita punya sumber daya lokal sangat luar biasa,” katanya.
Terlebih, ditekankan Prof Arif, teknologi pertanian sekarang dapat menciptakan inovasi pangan yang bagus. “Jadi kita makan sagu bisa terasa beras, makan beras dari sorgum, makan beras dari ubi, rasanya mirip,” ujarnya.
